Aku tidak mengerti dan memahami arti dari apa yang aku tulis ini sebenarnya.
Tapi inilah cerita tentang kehidupan yang penuh dengan kenyataan ntah itu pahit
ataupun manis. Setiap kali aku melawannya setiap kali itu pula ia selalu
menang. Dalam hidup dan dalam setiap pertarungan pasti ada yang menang dan ada
yang kalah. Apakah akan jadi pecundang terus menerus hingga akhir hayat? Apakah
akan diperbudak nafsu sampai Allah memanggil? Apakah akan terus seperti ini
sepanjang hidup dan tidak ada penguasaan diri??? Nikmat Allah mana lagi yang
akan kau dustai? Sudahlah, urungkan niat itu sampai kalbu terasa menang dan
akhirnya kedamaian yang akan kau dapatkan. Ingatlah kehidupan yang sebentar ini
akan sangat terasa singkat pabila hanya nafsu yang dituruti permusuhan yang
tiada henti. Jujur jikalau mulut ini akan bicara, ia akan sangat mengeluh
karena yang banyak dikeluarkan adalah urusan dunia yang fana alpa akan perkara
akhirat. Karena selama ini ia digerakkan oleh hawa nafsu perut yang tidak
pernah merasa lapar dan dahaga. Pantas jika ia jarang mengeluarkan suara hikmah
murni dari dalam jiwa. Sudahlah sekali lagi dunia ini fana jangan banyak
berbuat curang dan egois. Karena pada akhirnyapun ia akan ditanya perihal itu.
Sekali lagi jangan terhanyut olehnya.
Sembari ditemani oleh instrumen oud arab yang sarat akan makna yang
mendalam dari setiap petikan. Membawa syahdu mengukir cerita yang dalam, terus
menemani kesendirian dalam hitamnya hati bak arang yang kehilangan asap. Terus
mati sehingga dibakar nafsu birahi yang memuncak mengendalikan fikiran yang
waras. Wahai hati yang haus akan sanjungan illahi robbi. Tundukkanlah
pandanganmu akan kenikmatan dunia yang sekali lagi hanya sementara ini. Wahai
Yang Maha membolak-balikkan hati. Teguhkanlah hati ini atas iman dan takwa yang
mendalam. Yang Engkau Ridhai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar