Minggu, 27 Desember 2015

JIWA YANG HAUS AKAN IMAN

Aku tidak mengerti dan memahami arti dari apa yang aku tulis ini sebenarnya. Tapi inilah cerita tentang kehidupan yang penuh dengan kenyataan ntah itu pahit ataupun manis. Setiap kali aku melawannya setiap kali itu pula ia selalu menang. Dalam hidup dan dalam setiap pertarungan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Apakah akan jadi pecundang terus menerus hingga akhir hayat? Apakah akan diperbudak nafsu sampai Allah memanggil? Apakah akan terus seperti ini sepanjang hidup dan tidak ada penguasaan diri??? Nikmat Allah mana lagi yang akan kau dustai? Sudahlah, urungkan niat itu sampai kalbu terasa menang dan akhirnya kedamaian yang akan kau dapatkan. Ingatlah kehidupan yang sebentar ini akan sangat terasa singkat pabila hanya nafsu yang dituruti permusuhan yang tiada henti. Jujur jikalau mulut ini akan bicara, ia akan sangat mengeluh karena yang banyak dikeluarkan adalah urusan dunia yang fana alpa akan perkara akhirat. Karena selama ini ia digerakkan oleh hawa nafsu perut yang tidak pernah merasa lapar dan dahaga. Pantas jika ia jarang mengeluarkan suara hikmah murni dari dalam jiwa. Sudahlah sekali lagi dunia ini fana jangan banyak berbuat curang dan egois. Karena pada akhirnyapun ia akan ditanya perihal itu. Sekali lagi jangan terhanyut olehnya.  Sembari ditemani oleh instrumen oud arab yang sarat akan makna yang mendalam dari setiap petikan. Membawa syahdu mengukir cerita yang dalam, terus menemani kesendirian dalam hitamnya hati bak arang yang kehilangan asap. Terus mati sehingga dibakar nafsu birahi yang memuncak mengendalikan fikiran yang waras. Wahai hati yang haus akan sanjungan illahi robbi. Tundukkanlah pandanganmu akan kenikmatan dunia yang sekali lagi hanya sementara ini. Wahai Yang Maha membolak-balikkan hati. Teguhkanlah hati ini atas iman dan takwa yang mendalam. Yang Engkau Ridhai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar